ASKEP POLIOMELITIS

P O L I O M E L I T I S

 

  1. I.   KONSEP DASAR TEORI
    1. A.    PENGERTIAN

Poliomilitis adalah penyakit menular yang akut disebabkan oleh virus dengan predileksi pada sel anterior massa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak, dan akibat kerusakan bagian susunan syaraf tersebut akan terjadi kelumpuhan serta autropi otot.

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralysis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ketubuh melalui mulut, menginfeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir kesistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralysis).

  1. B.     ANATOMI FISIOLOGI

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) dan sel-sel penyokong (neuroglia dan Sel Schwann). Kedua sel tersebut demikian erat berikatan dan terintegrasi satu sama lain sehingga bersama-sama berfungsi sebagai satu unit. Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis. Sistem saraf tepi terdiri dari neuron aferen dan eferen sistem saraf somatis dan neuron sistem saraf autonom (viseral). Otak dibagi menjadi telensefalon, diensefalon, mesensefalon, metensefalon, dan mielensefalon.

Medula spinalis merupakan suatu struktur lanjutan tunggal yang memanjang dari medula oblongata melalui foramen magnum dan terus ke bawah melalui kolumna vertebralis sampai setinggi vertebra lumbal 1-2. Secara anatomis sistem saraf tepi dibagi menjadi 31 pasang saraf spinal dan 12 pasang saraf kranial. Suplai darah pada sistem saraf pusat dijamin oleh dua pasang arteria yaitu arteria vertebralis dan arteria karotis interna, yang cabang-cabangnya akan beranastomose membentuk sirkulus arteriosus serebri Wilisi. Aliran venanya melalui sinus dura matris dan kembali ke sirkulasi umum melalui vena jugularis interna. (Wilson. 2005, Budianto. 2005, Guyton. 1997)

Membran plasma dan selubung sel membentuk membran semipermeabel yang memungkinkan difusi ion-ion tertentu melalui membran ini, tetapi menghambat ion lainnya. Dalam keadaan istirahat (keadaan tidak terstimulasi), ion-ion K+ berdifusi dari sitoplasma menuju cairan jaringan melalui membran plasma. Permeabilitas membran terhadap ion K+ jauh lebih besar daripada permeabilitas terhadap Na+ sehingga aliran keluar (efluks) pasif ion K+ jauh lebih besar daripada aliran masuk (influks) Na+.

Keadaan ini mengakibatkan perbedaan potensial tetap sekitar -80mV yang dapat diukur di sepanjang membran plasma karena bagian dalam membran lebih negatif daripada bagian luar. Potensial ini dikenal sebagai potensial istirahat (resting potential). (Snell. 2007). Bila sel saraf dirangsang oleh listrik, mekanik, atau zat kimia, terjadi perubahan yang cepat pada permeabilitas membran terhadap ion Na+ dan ion Na+ berdifusi melalui membran plasma dari jaringan ke sitoplasma. Keadaan tersebut menyebabkan membran mengalami depolarisasi. Influks cepat ion Na+ yang diikuti oleh perubahan polaritas disebut potensial aksi, besarnya sekitar +40mV. Potensial aksi ini sangat singkat karena hanya berlangsung selama sekitar 5 msec.

Peningkatan permeabilitas membran terhadap ion Na+ segera menghilang dan diikuti oleh peningkatan permeabilitas terhadap ion K+ sehingga ion K+ mulai mengalir dari sitoplasma sel dan mengmbalikan potensial area sel setempat ke potensial istirahat. Potensial aksi akan menyebar dan dihantarkan sebagai impuls saraf. Begitu impuls menyebar di daerah plasma membran tertentu potensial aksi lain tidak dapat segera dibangkitkan.

Durasi keadaan yang tidak dapat dirangsang ini disebut periode refrakter. Stimulus inhibisi diperkirakan menimbulkan efek dengan menyebabkan influks ion Cl- melalui membran plasma ke dalam neuron sehingga menimbulkan hiperpolarisasi dan mengurangi eksitasi sel.

  1. C.    ETIOLOGI

Penyebab poliomyelitis Family Pecornavirus dan Genus virus, dibagi 3 :

  1. Brunhilde
  2. Lansing
  3. Leon ; Dapat hidup berbulan-bulan didalam air, mati dengan pengeringan / oksidan. Masa inkubasi : 7-10-35 hari
  1. D.    GEJALA KLINIS

Poliomielitis terbagi menjadi empat bagian yaitu :

  1. Poliomielitis asimtomatis :
  2. Poliomielitis abortif :
  3. Poliomielitis non paralitik :
  4. Poliomielitis paralitik :

Adapun bentuk-bentuk gejalanya antara lain :

  • Bentuk spinal.
  • Bentuk bulbar.
  • Bentuk bulbospinal..
  • Kadang ensepalitik.
  1. E.     PATOFISIOLOGI

Virus hanya menyerang sel-sel dan daerah susunan syaraf tertentu. Tidak semua neuron yang terkena mengalami kerusakan yang sama dan bila ringan sekali dapat terjadi penyembuhan fungsi neuron dalam 3-4 minggu sesudah timbul gejala. Daerah yang biasanya terkena poliomyelitis ialah :

  1. Medula spinalis terutama kornu anterior,
  2. Batang otak pada nucleus vestibularis dan inti-inti saraf cranial serta formasio retikularis yang mengandung pusat vital,
  3. Sereblum terutama inti-inti virmis,
  4. Otak tengah “midbrain” terutama masa kelabu substansia nigra dan kadang – kadang  nucleus rubra,
  5. Talamus dan hipotalamus,
  6. Palidum dan Korteks serebri, hanya daerah motorik.
  7. PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan Medis

  1. Poliomielitis aboratif
  • Diberikan analgetk dan sedative
  • Diet adekuat
  1. Istirahat sampai suhu normal untuk beberapa hari,sebaiknya dicegah aktifitas yang berlebihan selama 2 bulan kemudian diperiksa neurskeletal secara teliti.
  2. Poliomielitis non paralitik
  • Sama seperti aborif
  • Selain diberi analgetika dan sedative dapat dikombinasikan dengan kompres hangat selama 15 – 30 menit,setiap 2 – 4 jam.
  1. Poliomielitis paralitik

Perawatan dirumah sakit anatara lain :

  • Istirahat total
  • Selama fase akut kebersihan mulut dijaga
  • Fisioterapi
  • Akupuntur
  • Interferon

Penatalaksanaan Keperawatan

  1. Meninggikan kepala tempat tidur, letakkan pada posisi duduk tinggi atau semi fowler
  2. Memantau pola makan klien untuk mengetahui intake dan output anak
  3. Memberikan makanan secara adekuat Untuk mencakupi masukan sehingga output dan intake seimbang
  4. Berikan nutrisi kalori, protein, vitamin dan mineral.
  5. Menimbang berat badan mengetahui perkembangan klien
  6. Memberikan makanan kesukaan klien menambah masukan dan merangsang klien untuk makan lebih banyak
  7. Memberikan makanan tapi sering mempermudah proses pencernaan
  8. II.   KONSEP DASAR ASKEP
    1. A.    PENGKAJIAN
      1. Riwayat kesehatan

Riwayat pengobatan penyakit-penyakit

  1. Pemeriksaan fisik
    1. Nyeri kepala
    2. Paralisis
    3. Refleks tendon berkurang
    4. Kaku kuduk
    5. Brudzinky
  1. B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
    1. Perubahan nutrisi dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia, mual dan muntah
    2. Hipertermi b/d proses infeksi
    3. Resiko ketidakefektifan pola nafas dan ketidakefektifan jalan nafas b/d paralysis otot
    4. Nyeri b/d proses infeksi yang menyerang syaraf
    5. Gangguan mobilitas fisik b/d paralysis
    6. Kecemasan pada anak dan keluarga b/d kondisi penyakit.
  1. C.    INTERVENSI KEPERAWATAN

Dx 1 :

  1. Pantau pola makan

R/ Mengetahui intake dan output

  1. Berikan makanan secara adekuat

R/ Untuk mencakupi masukan sehingga output dan intake seimbang

  1. Timbang berat badan

R/ Mengetahui perkembangan klien

  1. Berikan makanan kesukaan klien

R/ Menambah masukan dan merangsang klien untuk makan lebih banyak

  1. Berikan makanan tapi sering

R/ Mempermudah proses pencernaan

Dx 2 :

  1. Pantau suhu tubuh

R/ Untuk mencegah kedinginan tubuh yang berlebih

  1. Jangan pernah menggunakan usapan alcohol saat mandi/kompres

R/ Dapat menyebabkan efek neurotoksi

  1. Kompres mandi hangat durasi 20-30 menit

R/ Dapat membantu mengurangi demam

Dx 3 :

  1. Evaluasi frekuensi pernafasan dan kedalaman

R/ Pengenalan dini dan pengobatan ventilasi dapat mencegah komplikasi.

  1. Auskultasi bunyi nafas

R/ Mengetahui adanya bunyi tambahan

  1. Tinggikan kepala tempat tidur, letakkan pada posisi duduk tinggi atau semi fowler

R/ Merangsang fungsi pernafasan atau ekspansi paru

  1. Berikan tambahan oksigen

R/ Meningkatkan pengiriman oksigen ke paru

Dx 4 :

  1. Lakukan strategi non farmakologis untuk membantu klien mengatasi nyeri

R/ Theknik-theknik seperti relaksasi, pernafasan berirama, dan distraksi dapat membuat nyeri dan dapat lebih di toleransi

  1. Ajarkan klien untuk menggunakan strategi non farmakologis khusus sebelum nyeri.

R/ Pendekatan ini tampak paling efektif pada nyeri ringan

  1. Minta orang terdekat untuk membantu klien dengan menggunakan srtategi selama nyeri

R/ Latihan ini mungkin diperlukan untuk membantu anak berfokus pada tindakan yang diperlukan

  1. Berikan analgesic sesuai indikasi.

R/ Untuk mengurangi nyeri

Dx 5 :

  1. Tentukan aktivitas atau keadaan fisik klien

R/ Memberikan informasi untuk mengembangkan rencana perawatan bagi program rehabilitasi.

  1. Catat dan terima keadaan kelemahan (kelelahan yang ada)

R/ Kelelahan yang dialami dapat mengindikasikan keadaan klien

  1. Indetifikasi factor-faktor yang mempengaruhi kemampuan untuk aktif seperti pemasukan makanan yang tidak adekuat

R/ Memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah untuk mempertahankan atau meningkatkan mobilitas

  1. Evaluasi kemampuan untuk melakukan mobilisasi secara aman

R/ Latihan berjalan dapat meningkatkan keamanan dan efektifan klien untuk berjalan.

Dx 6 :

  1. Pantau tingkat realita bahaya bagi klien dan keluarga tingkat ansietas (mis.renda,sedang, parah).

R/ Respon keluarga bervariasi tergantung pada pola kultural yang dipelajari.

  1. Nyatakan retalita dan situasi seperti apa yang dilihat keluarga tanpa menayakan apa yang dipercaya.

R/ Pasien mugkin perlu menolak realita sampai siap menghadapinya.

  1. Sediakan informasi yang akurat sesuai kebutuhan jika diminta oleh keluarga.

R/ Informasi yang menimbulkan ansietas dapat diberikan dalam jumlah yang dapat dibatasi setelah periode yang diperpanjang.

  1. Hidari harapan –harapan kosong mis ; pertanyaan seperti “ semua akan berjalan lancar”.

R/ Harapan –harapan palsu akan diintervesikan sebagai kurangnya pemahaman atau kejujuran.

  1. D.    IMPLEMENTASI

Sesuai Intervensi

  1. E.     EVALUASI

S O A P

Perihal J@z_3By AmP3 Off
Saya Seorang Pelajar di SMAN 1 Maumere, untuk lengkapnya silahkan menjadi teman saya di FB (PUTU BALI MOF) Sekian.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: